Slider

BERITA

MINANG SAISUAK

TOKOH

KULINER

SEJARAH

BUDAYA

» » Upacara Adat Minangkabau

Advertisement

1.BATAGAK  PANGHULU

Batagak panghulu adalah upacara pengangkatan panghulu. Sebelum upacara peresmiannya,  syarat-syarat berikut harus dipenuhi:

1. Baniah, yaitu menentukan calon penghulu baru.
2. Dituah cilakoi, yaitu diperbincangkan baik buruknya calon dalam sebuah rapat.
3. Panyarahan baniah, yaitu penyerahan calon penghulu baru.
4. Manakok ari, yaitu perencanaan kapan acara peresmiannya akan dilangsungkan.

Peresmian pengangkatan panghulu dilaksanakan dengan upacara    adat. Upacara ini disebut malewakan gala. Hari pertama adalah batagak gadang,    yakni upacara peresmian di rumah gadang yang dihadiri urang nan ampek jinih    dan pemuka masyarakat. Panghulu baru menyampaikan pidato. Lalu panghulu tertua    memasangkan deta dan menyisipkan sebilah keris tanda serah terima jabatan. Akhirnya    panghulu baru diambil sumpahnya, dan ditutup dengan doa. Hari kedua adalah hari    perjamuan. Hari berikutnya panghulu baru diarak ke rumah bakonya diringi bunyi-bunyian.
 
2.UPACARA PERKAWINAN (Baralek)
1. Pinang-Maminang
Acara ini diprakarsai pihak perempuan. Bila calon suami untuk si gadis sudah    ditemukan, dimulailah perundingan para kerabat untuk membicarakan calon itu.    Pinangan dilakukan oleh utusan yang dipimpin mamak si gadis. Jika pinangan diterima,    perkawinan bisa dilangsungkan.
 
2. Batimbang Tando
Batimbang tando adalah upacara pertunangan. Saat itu dilakukan pertukaran tanda    bahwa mereka telah berjanji menjodohkan anak kamanakan mereka. Setelah pertunangan    barulah dimulai perundingan pernikahan.
 
3. Malam Bainai
Bainai adalah memerahkan kuku pengantin dengan daun pacar/inai yang telah dilumatkan.    Yang diinai adalah keduapuluh kuku jari. Acara ini dilaksanakan di rumah anak    daro (pengantin wanita) beberapa hari sebelum hari pernikahan. Acara ini semata-mata    dihadiri perempuan dari kedua belah pihak.
 
4. Pernikahan
Pernikahan dilakukan pada hari yang dianggap paling baik, biasanya Kamis malam    atau Jumat. Acara pernikahan diadakan di rumah anak daro atau di masjid.
 
5. Basandiang dan Perjamuan
Basandiang adalah duduknya kedua pengantin di pelaminan untuk disaksikan tamu-tamu    yang hadir pada pesta perjamuan. Kedua pengantin memakai pakaian adat Minangkabau.    Acara biasanya dipusatkan di rumah anak daro, jadi segala keperluan dan persiapan    dilakukan oleh pihak perempuan.
 
6. Manjalang
Manjalang merupakan acara berkunjung. Acara ini dilaksanakan di rumah marapulai    (pengantin laki-laki). Para kerabat menanti anak daro yang datang manjalang.    Kedua pengantin diiringi kerabat anak daro dan perempuan yang menjujung jamba,    yaitu semacam dulang berisi nasi, lauk pauk, dsb.
 
3.UPACARA SUNAT RASUL
Sunat Rasul juga merupakan syariat Islam, tanda pendewasaan bagi seorang anak.    Upacara biasanya diselenggarakan waktu si anak berumur 8 – 12 tahun,    bertempat di rumah ibu si anak atau rumah keluarga terdekat ibu si anak. Acara    dimulai dengan pembukaan, lalu si anak disunat, selanjutnya doa.
 
4.UPACARA TURUN MANDI
Upacara turun mandi dimaksudkan untuk menghormati keturunan yang baru lahir    dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat bahwa di kaum tersebut telah lahir    keturunan baru. Upacara ini dilaksanakan di rumah orang tua si anak saat anak    tersebut berumur tiga bulan. Di sini, si anak dimandikan oleh bakonya. Selain    itu juga ada perjamuan.

Upacara dan perayaan Minangkabau
Upacara dan perayaan Minangkabau termasuk:

* Turun mandi - upacara memberkati bayi
* Sunat rasul - upacara bersunat
* Baralek - upacara perkahwinan
* Batagak pangulu - upacara pelantikan penghulu. Upacara ini akan berlansung    selama 7 hari di mana   seluruh kaum kerabat dan ketua-ketua dari kampung yang    lain akan dijemput
* Turun ka sawah - upacara kerja gotong-royong
* Manyabik - upacara menuai padi
* Hari Rayo - perayaan Hari Raya Aidilfitri
* Hari Rayo - perayaan Hari Raya Aidiladha
* Maanta pabukoan - menghantar makanan kepada ibu mentua sewaktu bulan Ramadan
* Tabuik - perayaan Islam di Pariaman
* Tanah Ta Sirah, perlantikan seorang Datuk (ketua puak) apabila Datuk yang    sebelumnya meninggal dunia silang beberapa jam yang lalu (tidak payah didahului    dengan upacara batagak pangulu)
* Mambangkik Batang Tarandam, perlantikan seorang Datuk apabila Datuk yang sebelumya    telah meninggal 10 atau 50 tahun yang lalu (mengisi jawatan yang telah lama    dikosongkan)


 sumber:urangminang.com

Share Artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

0 komentar