Slider

LOWONGAN KERJA

MINANG SAISUAK

TOKOH

KULINER

SEJARAH

BUDAYA

Pengumuman Penerimaan Bintara Prajurit Karier TNI AD


Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, memberikan kesempatan kepada Pemuda/Pemudi Indonesia untuk menjadi Bintara Prajurit Karier TNI AD

Pengumuman Penerimaan Bintara Prajurit Karier TNI AD

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui website penerimaan prajurit TNI, silahkan klik link dibawah ini :

Pengumuman Seleksi Administrasi Rekrutmen dan Seleksi Reguler Pegawai BPJS Kesehatan Tahun 2014


Hasil Seleksi Admin BPJS Kesehatan – Sesuai Agenda proses rekrutmen calon pegawai BPJS Kesehatan (Askes), berikut diinformasikan daftar pelamar yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan berhak untuk mengikuti tahapan ets berikutnya yaitu Tes Potensi Akademik (TPA).


Berikut ini daftar pelamar BPJS Kesehatan yang telah lolos seleksi administrasi. Silakan langsung diunduh pada link berikut sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar.

  1. Manajemen Pelayanan Kesehatan (MPK) : Klik Disini
  2. Kepesertaan (KP) : Klik Disini
  3. Pemasaran (PM) : Klik Disini
  4. Umum (UM) : Klik Disini
  5. Keuangan (KEU) : Klik Disini
  6. Teknologi Informasi (TI) : Klik Disini
  7. Sekretaris (SEKR) : Klik Disini
  8. Pegawai Tidak Tetap (PTT) : Klik Disini

Catatan:
  • Proses pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) akan dilaksanakan pada hari Senin, 22 September 2014.
  • Kami ucapkan selamat bagi yang lolos dan tetap semangat bagi yang belum beruntung

Pengumuman CPNS Kota Solok Tahun 2014

PEMERINTAH Kota Solok membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS): 
Pengumuman CPNS Kota Solok Tahun 2014

Waktu Pendaftaran Online : Masih Dalam Proses

Rincian Formasi Penerimaan CPNS KOTA SOLOK 2014, silahkan klik link dibawah ini:

KOTA SOLOK

Arsitektur Rumah Gadang

Rumah Gadang merupakan ciri khas Rumah Adat Minangkabau (Sumatra Barat), yang berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga besar dan pusat kegiatan orang yang sedarah dan seketurunan dari kerabat matrilinial baik kegiatan ekonomi dan sosial maupun kegiatan budaya, dikepalai oleh seorang tungganai (Mamak) dan sebagai syarat berdirinya suatu nagari di Minangkabau, dengan arsitektur bentuk atap bergonjong (berbentuk tanduk kerbau).
Arsitektur Rumah Gadang
Rumah Gadang dibangun dengan bergonjong dimana semakin keatas semakin runcing, agar air mudah meluncur dan atap tahan lama walaupun terbuat dari injuk. Gonjong atap Rumah Gadang terdiri dua pola, yaitu gonjong Rumah Gadang Pola Koto Pialang (Aristokrat) terdiri dari 3 gonjong, 3 gonjong kanan , 1 gonjong depan dan 1 gonjong belakang , banyak terdapat di Luhak Tanah Datar. Sedangkan gonjong Rumah Gadang Pola Budi Caniago (Demokrat) terdiri 2 gonjong kanan, 2 gonjong kiri,1 gonjong depan dan 1 gonjong belakang, banyak terdapat di Luhak Agam Dan Luhak 50 Kota.

Rumah Gadang, sesuai dengan arsitektur ruangan dalam atau depan dengan lanjar (ruangan yang membujur dari depan ke belakang diantara tiang-tiang yang berderet), terbagi atas 3 tipe,yaitu :

* Lipat Pandan : Berlanjar dua, disebut dengan Rumah Gadang Rajo Babandiang.

* Belah Rebung : Berlanjar tiga ,disebut dengan Rumah Gadang Bapaserek/Surambi papek

* Gajah Maharam : berlanjar empat, disebut dengan Rumah Gadang Gajah Maharam.

Menurut letaknya, ruangan Rumah Gadang terdiri atas:

* Ruang depan : Merupakan ruang besar, dipakai sebagai ruang keluarga, rapat, menerima tamu dan sebagainya.

* Ruang tengah : Terdiri dari kamar-kamar, dipakai untuk kamar tidur penghuni wanita bersama suaminya.

* Ruang Anjungan : Bangunannya lebih tinggi dari ruang depan, sebelah kiri dan sebelah kanan dipakai untuk tempat wanita yang baru menikah.

* Ruang Belakang : Merupakan dapur tanpa kamar mandi dipancuran diluar Rumah Gadang.

Bentuk Rumah Gadang segi 4 , tidak sistematis, mengembang keatas , untuk menangkis terpaan angin kencang. Tinggi lantai 2 meter dari atas tanah, dulunya untuk menghindari binatang buas dan juga memelihara ternak dibawahnya dan loteng digunakan untuk menyimpan barang-barang (gudang).

Permukaan dinding depan Rumah Gadang penuh dengan tatanan ukiran-ukiran yang menarik dan setiap ukiran itu mempunyai arti sendiri dan mengandung filsafah Minangkabau "ALAM TAKAMBANG JADI GURU".

Jenis ukiran Rumah Gadang tersebut terdiri atas :

* Keluk Paku : Ditafsirkan anak dipangku kemenakan dibimbing.

* Pucuk Tebung : Ditafsirkan kecil berguna , besar terpakai.

* Seluk Laka : Ditafsirkan kekerabatan saling berkaitan.

* Jala : Ditafsirkan pemerintahan Bodi Caniago.

* Jerat : Ditafsirkan pemerintahan Koto Pialang.

* Itik pulang petang : Ditafsirkan ketertiban anak kemenakan.

* Sayat Gelamai : Ditafsirkan ketelitian.

* Sikambang manis : Ditafsirkan keramah tamahan.

Dinding belakang disebut Dinding Sasak, karena pada masa lalu terbuat dari bambu yang dianyam, dinding depan dan samping terbuat dari kayu serta diukir.

Berdirinya Rumah Gadang harus dilengkapi dengan Rangkiang atau Lumbung Padi, terletak dihalaman depan dan samping, yang berfungsi sosial dan ekonomi.

Bentuk dan jenis rangkiang / lumbung padi tersebut antara lain:

* Sitinjau Lauik :
Digunakan sebagai tempat menyimpan padi untuk dijual bagi keperluan bersama atau pos pengeluaran adat. Bentuknya langsing, bergonjong dan berukir dengan empat tiang, letaknya ditengah.

* Sibayau-bayau :
Digunakan untuk menyimpan padi makanan sehari-hari. Bentuknya gemuk, bergonjong dan berukir dengan 6 tiang letaknya dikanan.

* Sitangguang Lapa / Sitangka lapa :
digunakan untuk menyimpan padi untuk musim kemarau dan membantu masyarakat miskin. Bentuknya bersegi, bergonjong dan berukir dengan 4 tiang , letaknya sebelah kiri.

* Kaciak/kecil :
Digunakan untuk menyimpan padi bibit dan untuk biaya mengolah sawah. Bentuknya bundar, berukir dan tidak bergonjong, letaknya diantara ketiga rangkaian tersebut.

Kelengkapan bangunan Rumah Gadang lainnya adalah Tabuh Larangan, Lesung, Kincir, Pancuran dan Pedati. Halaman Rumah Gadang dilengkapi dengan puding berwarna kuning, puding warna perak, puding warna hitam dan batang kemuning sebagai pagar hidup.

Arsitek yang membangun Rumah Gadang yang pertama adalah seorang Cerdik Pandai Minangkabau yang bernama : Datuk Tan Tejo Gerhano, yang dimakamkan di Pariangan Kabupaten Tanah Datar dan makam tersebut dikenal dengan kuburan panjang yang punya keunikan tersendiri bahwa setiap kali diukur akan berbeda panjangnya.

Pengumuman CPNS Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2014

PEMERINTAH Kabupaten Kuantan Singingi membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS):

Pengumuman CPNS Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2014

Waktu Pendaftaran Online : 13 September2014 - 20 September 2014

Rincian Formasi Penerimaan CPNS KAB. KUANSING 2014, silahkan klik link dibawah ini:

Ciri dan Adat Orang Minang

1. Aman dan Damai
Bila dipelajari dengan seksama pepatah-pepatah adat Minang, serta fakta-fakta yang hidup dalam masyarakat seperti masalah perkawinan, sistem kekerabatan, kedudukan tanah pusaka tinggi, peranan mamak dan penghulu,kiranya kita dapat membaca konsep-konsep hidup dan kehidupan yang ada dalam pikiran nenek-moyang kita.

Dari konsep-konsep hidup dan kehidupan itu, kita juga dapat memastikan tujuan hidup yang ingin dicapai oleh nenek-moyang kita.

Tujuan hidup itu adalah: BUMI SANANG PADI MANJADI TARANAK BAKAMBANG BIAK

Rumusan menurut adat Minang ini, agaknya sama dengan masyarakat yang aman damai makmur ceria dan berkah, seperti diidamkan oleh ajaran Islam yaitu "Baldatun Taiyibatun wa Robbun Gafuur". Suatu masyarakat yang aman damai dan selalu dalam penmgampunan Tuhan. Dengan adanya kerukunan dan kedamaian dalam lingkungan kekerabatan, barulah mungkin diupayakan kehidupan yang lebih makmur. Dengan bahasa kekinian dapat dikatakan bila telah tercapai stabilitas politik, barulah kita mungkin melaksanakan pembangunan ekonomi.


2. Masyarakat nan "Sakato"
Kalau tujuan akan dicapai sudah jelas, yaitu suatu masyarakat yang aman damai makmur dan berkah , maka kini tinggal bagaimana cara yang perlu ditempuh untuk mencapai tujuan itu. Kondisi yang bagaimana yang harus diciptakan. Menurut ketentuan adat Minang, tujuan itu akan dapat dicapai bila dapat disiapkan prasarana dan sarana yang tepat. Yang dimaksud dengan prasarana disini adalah manusia-manusia pendukung adat Minang, yang mempunyai sifat dan watak seperti diuraikan diatas. Manusia dengan kualitas seperti itulah yang diyakini adat Minang yang akan dapat membentuk suatu masyarakat yang akan diandalkan sebagai sarana (wahana) yang akan membawa kepada tujuan yang diidam-idamkan yaitu suatu masyarakat yang aman damai makmur dan berkah.

Suatu Baldatun Taiyibatun Wa Robbun Gafuur. Corak masyarakat idaman menurut kacamata adat Minang adalah masyarakat nan "sakato".

3. Unsur-unsur Masyarakat nan Sakato
Terdapat 4 unsur yang harus dipatuhi oleh setiap anggota masyarakat untuk dapat membentuk masyarakat nan sakato.
Sakato artinya sekata-sependapat-semufakat. Keempat unsur itu adalah:

a. Saiyo Sakato
Menghadapi suatu masalah atau pekerjaan, akan selalu terdapat perbedaan pandangan dan pendirian antar orang satu dengan yang lain sesuai dengan yang lain dengan pepatah "kapalo samo hitam, pikiran ba lain-lain".

Perbedaan pendapat semacam ini adalah sangat lumrah dan sangat demokratis. Namun kalau dibiarkan berlanjut, maka akan berakibat masalah itu takkan terselasaikan. Pekerjaan itu akan terkatung-katung. Karena itu harus selalu dicari jalan keluar. Jalan keluar yang ditunjukkan adat Minang adalah melakukan musyawarah untuk mufakat, bukan musyawarah untuk melanjutkan pertengkaran.

Keputusan boleh bulat (aklamasi) tapi boleh juga gepeng atau picak (melalui voting). Adat Minang tidak mengenal istilah "Sepakat untuk tidak se-Mufakat". Bagaimana proses keputusan diambil, namun setelah ada kata mufakat maka keputusan itu harus dilaksanakan oleh semua pihak. Keluar kita tetap utuh dan tetap satu. Setiap individu Minang disarankan untuk selalu menjaga hubungan dengan lingkungannya.

Adat Minang tidak terlalu memuja kemandirian (privacy) menurut ajaran individualisme barat. Adat Minang mengajarkan supaya membiasakan berembuk dengan lingkungan kendatipun menyangkut masalah pribadi. Dengan demikian adat Minang mendorong orang Minang lebih mengutamakan "kebersamaan" kendatipun menyangkut urusan pribadi. Kendatipun seorang individu Minang menduduki posisi sebagai penguasa seperti dalam kedudukan mamak-rumah atau pun Penghulu Andiko maka keputusan tidak mungkin juga diambil sendiri. Karena itu sikap otoriter tidak pernah disukai rang-orang Minang.

Adat Minang sangat mendambakan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat Minang. Orang Minang yakin tanpa persatuan dan kesatuan itu akan menjauhkan mereka dari tujuan masyarakat yang ingin dicapai. Mereka memahami pula dalam hidup berkelompok dalam masyarakat akan selalu terdapat silang selisih, marah dan sengketa akan selalu terjadi. Antara sanduak dan periukpun tak pernah sunyi akan selalu ada kegaduhan. Namun demikian orang Minang mempunyai dasar filosofi yang kuat untuk mengatasinya.

Adat Minang akan selalu mencoba memelihara komunikasi dan kemungkinan berdialog. Karena dengan cara itu segala masalah akan selalu dapat dipecahkan melalui musyawarah. Orang Minang menganggap penyelesaian masalah diluar musyawarah adalah buruk. Dalam mencapai kata sepakat kadangkala bukanlah hal yang mudah. Karena itu memerlukan kesabaran, ketabahan dan kadangkala terpaksa menguras tenaga. Namun demikian musyawarah tetap diupayakan

b. Sahino Samalu
Kehidupan kelompok sesuku sangat erat. Hubungan individu sesama anggota kelompok kaum sangat dekat. Mereka bagaikan suatu kesatuan yang tunggal-bulat. Jarak antara "kau dan aku" menjadi hampir tidak ada. Istilah "awak" menggambarkan kedekatan ini. Kalau urusan yang rumit diselesaikan dengan cara "awak samo awak", semuanya akan menjadi mudah. Kedekatan hubungan dalam kelompok suku ini, menjadikan harga diri individu, melebur menjadi satu menjadi harga diri kelompok suku.
Kalau seseorang anggota suku diremehkan dalam pergaulan, seluruh anggota suku merasa tersinggung. Begitu juga bila suatu suku dipermalukan maka seluruh anggota suku itu akan serentak membela nama baik sukunya.

c. Anggo Tanggo
Unsur ketiga yang dapat membentuk masyarakat nan sakato, adalah dapat diciptakannya pergaulan yang tertib serta disiplin dalam masyarakat. Hal ini berarti bahwa setiap anggota masyarakat dituntut untuk mematuhi aturan dan undang-undang, serta mengindahkan pedoman dan petunjuk yang diberikan penguasa adat. Dalam pergaulan hidup akan selalu ada kesalahan dan kekhilafan. Kesalahan dan kekhilafan itu harus diselesaikan sesuai aturan. Dengan demikian ketertiban dan ketentraman akan selalu terjaga.

d. Sapikua Sajinjiang
Dalam masyarakat yang komunal, semua tugas menjadi tanggungjawab bersama. Sifat gotong royong menjadi keharusan. Saling membantu dan menunjang merupakan kewajiban. Yang berat sama dipikul yang ringan sama dijinjing. Kehidupan antara anggota kaum, bagaikan aur dengan tebing, saling bantu membantu, saling dukung mendukung. Dengan masyarakat nan sakato ini diharapkan akan dapat dicapai tujuan hidup dan kehidupan orang Minang sesuai konsep yang diciptakan nenek moyang orang Minang.

 
BUMI SANANG PADI MANJADI
PADI MASAK JAGUNG MAUPIA
ANAK BUAH SANANG SANTOSA
TARANAK BAKAMBANG BIAK
BAPAK KAYO MANDE BATUAH
MAMAK DISAMBAH urang PULO



sumber:
kaskus.co.id

Minang Saisuak #152 - Pembukaan Pasar Baru Malalak (1925)

Nageri Malalak yang berbukit-bukit dan mempunyai pemandangan yang permai rupanya sudah lama memiliki pasar. Dalam rubrik Minang Saisuak kali ini kami turunkan rekaman visual pembukaan Pasarloods di Malalak, District Boekit Tinggi (Fort de Kock) pada tahun 1925.

Sumber foto ini menyebutkan bahwa pembangunan Pasarloods Malalak ini diusahakan oleh Tuan Kontroleur H.R. Rookmaaker dengan Demang Bukittinggi. Berkat pembangunan pasar yang baru ini Malalak menerima pemasukan lebih kurang 1200 gulden per tahun, meningkat 100% dari tahun-tahun sebelum pasar ini dibangun. Selain membangun pasarloods itu, Pemerintah juga membangun dua kolam ikan untuk masyarakat. Dalam gambar yang lain dalam sumber ini diperlihatkan para pejabat yang meresmikan pasar ini sedang melepas anak-anak ikan ke dalam kolam tersebut.

Minang Saisuak #164 - Pembukaan Pasar Baru Malalak (1925)

peresmian Pasarloods Malalak ini dihadiri oleh para pejabat kolonial dari Bukittinggi (antara lain Tuan Asisten Residen dan Militair Commandant) beserta nyonya-nyonya mereka. Pada kesempatan itu diadakan pesta keramaian. Anak-anak sekolah menunggu para pejabat itu dengan mengibar-ngibarkan bendera tiga corak. Dalam kesempatan itu Kepala Nagari Malalak Engku Chatib gelar Dt. Radja Lelo juga dianugerahi oleh Pemerintah bintang tembaga. Jadi, penganugerahan itu dirayakan sekaligus untuk meresmikan pembukaan pasar yang baru itu.

Rekaman foto ini menunjukkan sistem pembangunan terstruktur di zaman Belanda. Tuan-Tuan Controleur yang berada di level paling bawah sistem administrasi binnenlandsch bestuur (BB) Belanda, bekerjasama dengan elit-elit lokal dalam masyarakat, menyusun pembangunan untuk masyarakat awam. Kesadaran ini mungkin baru timbul setelah isu politik etis berhembus di akhir abad 19. Walau bagaimanapun, banyak pelajaran yang bisa kita peroleh dari kebijakan politik kolonial di zaman lampau.



sumber:
Suryadi - Leiden, Belanda. (Sumber foto: Pandji Poestaka, No. 42, Tahoen III, 5 Juni 1925, hlm. 686-7) | Singgalang, Minggu, 23 Februari 2014

Pengumuman CPNS Kabupaten Pasaman Tahun 2014

PEMERINTAH Kabupaten Pasaman membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS):

Pengumuman CPNS Kabupaten Pasaman Tahun 2014

Waktu Pendaftaran Online : 05 September2014 - 13 September 2014

Rincian Formasi Penerimaan CPNS KAB. PASAMAN 2014, silahkan klik link dibawah ini:

Pengumuman CPNS Kabupaten Solok Tahun 2014

PEMERINTAH Kabupaten Solok membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS):

Pengumuman CPNS Kabupaten Solok Tahun 2014

Waktu Pendaftaran Online : 05 September 2014 - 13 September 2014

Rincian Formasi Penerimaan CPNS KAB. SOLOK 2014, silahkan klik link dibawah ini: