Lowongan Kerja PT. PLN (Persero)

17 July 2014

Pengumuman Rekrutmen Terbuka Padang
PT PLN (Persero) Tingkat S1/D4/D3 Tahun 2014
Penempatan di Seluruh Indonesia
Lokasi Rekrutmen : Politeknik Negeri Padang

PT PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia jasa kelistrikan terbesar di Indonesia. Dengan visi untuk “Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani”, PT PLN (Persero) berkomitmen untuk melistriki seluruh Nusantara. Kami percaya bahwa Potensi insani merupakan aset terbesar dan masa depan kami, karenanya kami berinvestasi besar untuk mendapatkan calon-calon pemimpin masa depan yang akan mengembangkan PT PLN (Persero) menjadi Perusahaan Kelas Dunia dan menghadapi tantangan bisnis di masa yang akan datang. Kesempatan berkarier di PT PLN (Persero) sangatlah luas karena rentang bisnis kami dari hulu sampai hilir, mulai dari Pembangkitan, Transmisi hingga Distribusi Listrik ke pelanggan serta jasa-jasa pendukungnya.


1. Waktu Pendaftaran : 15 Juli 2014 – 24 Juli 2014
2. Bidang / Jurusan pendidikan yang dibuka :
    a) S1/D4 :
  • Teknik Elektro, Arus Kuat, Teknik Tenaga, Power (Kode : S1/ELE)
  • Elektronika, Instrumentasi, Kendali (Kode : S1/ALE)
    b) D3 :
  • Teknik Elektro Arus Kuat/Teknik Tenaga/Power (Kode : D3/ELE)
  • Elektronika, Instrumentasi, Kendali (Kode : D3/ALE)
3. Persyaratan :
  • Status belum menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani Diklat Prajabatan;
  • Lulus S1/D4 atau D3 dengan batas usia :
  • S1/D4 : Kelahiran 1988 dan sesudahnya
  • D3 : Kelahiran 1990 dan sesudahnya
  • Indeks Prestasi Komulatif : Nilai IPK > 2,75
4. Mengisi data pendaftaran dan menyerahkan berkas lamaran di POLITEKNIK NEGERI PADANG dengan kelengkapan berkas lamaran sebagai berikut :
  • Surat Lamaran yang ditujukan kepada PT PLN (Persero) c.q. Kepala Divisi Pengembangan SDM dan Talenta;
  • Riwayat Hidup (CV);
  • Copy akte kelahiran;
  • Copy Ijasah/Surat Keterangan Lulus yang dilegalisasi;
  • Copy transkrip nilai terakhir yang dilegalisasi;
  • Copy KTP;
  • Pasfoto berwarna terbaru ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (nama peserta ditulis di belakang foto);
  • Bagi Pelamar dari lulusan program Lintas Jalur (D3 yang meneruskan D4/S1), wajib melampirkan : Transkrip nilai D3 yang dilegalisasi dan Ijazah D3 yang dilegalisasi
Selama proses seleksi, apabila ada ketidaksesuaian data, peserta dinyatakan GUGUR.

5. Pelamar hanya diperbolehkan memilih 1 (satu) Bidang/Jurusan sesuai tingkat pendidikan dan program studi/bidang minat yang dimiliki.

6. Panggilan peserta, kelulusan tiap tahapan tes dan lokasi tes akan diumumkan melalui website PLN di : www.pln.co.id

7. Tahapan Seleksi Meliputi:
  • Seleksi Administrasi
  • General Aptitude Test
  • Tes Akademis dan Bahasa Inggris
  • Tes Psikologi dan diskusi kelompok
  • Tes Kesehatan (Fisik dan Laboratorium & Penunjang)
(Kepada pelamar penyandang disabilitas, diberlakukan persyaratan khusus sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku)
  • Wawancara
  • Diklat Prajabatan
LAIN-LAIN:
  • Tidak ada korespondensi berkaitan dengan rekrutmen ini dan keputusan Tim Penerimaan Pegawai tidak dapat diganggu gugat.
  • Tidak dipungut biaya apa pun dalam mengikuti seleksi yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero).
  • Tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi. PT PLN (Persero) tidak bertanggung jawab atas setiap bentuk kerugian yang ditimbulkan akibat penipuan yang mengatasnamakan PT PLN (Persero).

Lowongan Kerja Bank BTN Officer Development Program (ODP)

14 July 2014

PENERIMAAN CALON PEGAWAI BARU PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK POSISI OFFICER DEVELOPMENT PROGRAM TAHUN 2014
 
KUALIFIKASI UMUM
1.    Warga negara indonesia
2.    Laki-laki/perempuan
3.    Belum menikah
4.    Usia ODP maksimal 26 tahun(belum berulang tahun ke 27 per 31 September 2014)
5.    Tinggi badan laki-laki min 160 cm dan perempuan 155 cm
6.    Berpenampilan menarik


KUALIFIKASI KHUSUS

OFFICER  DEVELOPMENT PROGRAM
a. Minimal S1
b. IPK min 3.00 skala 4.00
c. Jurusan dari  fakultas Ekonomi, Teknik, Ilmu Komputer/Informatika, MIPA, Hukum, Pertanian, Peternakan dan Psikologi
 
TATA CARA PENDAFTARAN

1.  Melakukan Registrasi On Line di website Bank BTN
2.  Pelaksanaan Registrasi On Line dimulai tanggal 14 Juli 2014 s/d  08 Agustus 2014
3.  Untuk kolom lampirkan foto, peserta diminta untuk tidak meng upload foto
3.  Pengumuman hasil seleksi Administrasi  diumumkan di website Bank BTN www.btn.co.id
4.  Penerimaan Calon Pegawai Bank BTN tidak dipungut  biaya apapun


Sumber Informasi dan Pendaftaran Online Bank BTN

Jumlah Alokasi Formasi CPNS 2014 Kota/Kabupaten di Sumatera Barat

8 July 2014

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akhirnya menyerahkan alokasi formasi untuk Kementerian, Provinsi, Kota, dan Kabupaten di Indonesia.

Dari Provinsi, 12 (dua belas) Kabupaten dan 7 (tujuh) kota yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), terdapat 3 (tiga) Kabupaten yang tidak mendapatkan alokasi formasi, ketiga Kabupaten tersebut yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Sijunjung, sedangkan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat mendapatkan alokasi formasi untuk penerimaan CPNS dari pelamar umum tahun 2014 ini. 


Berikut instansi Pemprov Sumbar yang mendapat alokasi formasi CPNS tahun 2014:


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat: 147 formasi
Pemerintah Kab. Agam: 30 formasi
Pemerintah Kab. Pasaman : 65 formasi
Pemerintah Kab. Limapuluh Kota: 0 formasi
Pemerintah Kab. Solok: 30 formasi
Pemerintah Kab. Padang Pariaman: 30 formasi
Pemerintah Kab. Pesisir Selatan: 30 formasi
Pemerintah Kab. Tanah Datar: 31 formasi
Pemerintah Kab. Sijunjung: 0 formasi
Pemerintah Kab. Kep. Mentawai: 133 formasi
Pemerintah Kab. Solok Selatan: 0 formasi
Pemerintah Kab. Dharmasraya: 77 formasi
Pemerintah Kab. Pasaman Barat: 60 formasi
Pemerintah Kota Bukittinggi: 57 formasi
Pemerintah Kota Padang Panjang: 105 formasi
Pemerintah Kota Sawahlunto: 97 formasi
Pemerintah Kota Solok: 65 formasi
Pemerintah Kota Padang: 30 formasi
Pemerintah Kota Payakumbuh: 51 formasi
Pemerintah Kota Pariaman: 68 formasi

Jumlah: 1106 formasi

Alu Katentong, Wisata Seni dari Kabupaten Tanah Datar

5 July 2014

Tari Alu Katentong merupakan tari tradisional yang berasal di wilayah Tanah Datar. Wilayah Tanah datar dahulunya merupakan luhak nan tuo, yang menurut Tambo adalah tempat pemukiman awal nenek moyang orang Minangkabau. Sebagai pemukiman awal, Tanah Datar memiliki tari tradisional yang di ilhami dari falsafah hidup orang Minang “alam takambang jadi guru” yang artinya semua yang ada di alam ini dapat dijadikan guru, baik itu untu kehidupan sehari-sehari juga dalam hal kesenian. Salah satu diantara banyak kesenian tradisonal di Tanah Datar adalah Tari Alu Katentong.


Tari Alu Katentong adalah tari yang  dilaksanakan pada waktu panen padi.  Tari ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Y.M.E yang telah memberikan limpahan rezeki berupa hasil panen.  Atraksi Alu Katentong ini dimainkan oleh kaum wanita sebagai ekspresi kegembiraan kala menumbuk padi menggunakan alu di sebuah lesung dengan cara bergantian memukulkan alu tersebut ke lesung sehingga menghasilkan irama-irama tertentu yang bernuansa ceria. Dimainkan dengan sistem interloking dari 8 buah alu yang dimainkan oleh 8 orang perempuan, dengan masing-masingnya mempunyai motif pukulan tersendiri. Diantara irama yang dihasilkan tersebut dikenal dengan istilah “alang babega” (elang melayang), “alang ka turun” (elang menukik) dan sebagainya.



sumber:
http://www.tanahdatar.go.id

Air Terjun Sarasah Tanggo di Kabupaten Lima Puluh Kota

3 July 2014


Objek wisata ini merupakan air terjun yang berlokasi di Kanagarian Sarilamak Jorong Taratak 3 Km dari simpang Sarilamak. Mengunjungi air terjun Sarasah Tanggo ini merupakan wisata yang sangat mengasyikan untuk sampai ke lokasi ini kita harus berjalan kaki 300 m.

Suasananya masih alami disekelilingnya terdapat hutan konservasi dan berbagai jenis satwa seperti burung dan hewan lainnya, sehingga dalam perjalanan yang bernuasa alami ini sambil mendengar kicauan burung, dari kejauhan tampak puncak air terjun dan tebing terjal dengan ketinggian lebih dari 100 M.


Disamping itu kita juga dapat melihat berbagai aktifitas masyarakat seperti bertani, serta beternak ikan yang airnya berasal dari Sarasah Tanggo ditambah suasana yang sangat menyejukkan dengan hamparan sawah yang menghijau.

Airnya tak pernah kering walapun di musim kemarau, meluncur jatuh melalui dinding batu yang berbentuk tanggo (tangga) deselingi sesekali siulan satwa-satwa kecil disekitarnya. Air Terjun Sarasah Tanggo sangat potensi dan mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun manca negara yang menginginkan “Back to Nature”.


sumber:
Dinas Pariwisata Kab. Lima Puluh Kota

Struktur Masyarakat Minangkabau Bagian 2


E. NAGARI
Berlainan dengan paruik, kampuang dan suku, maka nagari adalah merupakan suatu masyarakat hokum. Nagari adalah gabungan dari beberapa buah suku, minimal mempunyai 4 buah suku, jadi federasi genealogis. Menurut hokum adat (undang undang nagari), ada empat syarat untuk mendirikan sebuah nagari, yang pertama harus mempunyai sedikitnya 4 suku, kedua harus punya balairung untuk bersidang, ketiga sebuah mesjid untuk beribadah, ke empat sebuah tepian tempat mandi.

Setiap nagari mempunyai batas-batas tertentu yang ditetapkan atas dasar pemufakatan dengan para pangulu dan nagari-nagari bersebelahan. Batas-batas itu adakalanya ditentukan dengan batas-batas alam seperti sungai, sawah, tetapi ada juga yang diberi tanda yang dinamakan lantak pasupadan. Disamping itu nagari juga mempunyai pemerintahan sendiri oleh dewan kerapatan adat nagari yang anggotanya terditi dari pangulu andiko sebagai wakil paruik, maupun suku. Dengan demikian dapatlah dikatakan nagari pada hakekatnya adalah suatu pemerintahan berbentuk republik otonom.

Demikian secara garis besarnya tingkatan-tingkatan daripada susunan masyarakat Minangkabau, mulai dari jurai sampai Nagari.
Fatwa adat :

Rang gadih manggarek kuku
Pangarek pisau sirauik
Dikarek batuang tuonyo
Batuang tuo elok kalantai
Nagari bakaampek suku
Didalam suku babuah paruik
Kampuang dibari ba nan tuo
Rumah dibari batungganai.

Indonesianya :
Anak gadis memotong kuku
Pemotong pisau siraut
Dipotong bambu tuannya
Banbu tua bagus untuk lantai
Negeri yang empat suku
Dalam suku berbuah perut
Kampung diberi ketua
Rumah diberi tungganai.


F. KELARASAN
Dalam logat bahasa minang, perkataan laras disebut lareh, adapun arti laras ialah sebagai yang kita pakai sekarang ini juga, Selaras artinya seukuran atau seimbang, diselaraskan artinya dipersamakan.

Menurut pengertian adat, kelarasan berarti suatu sistem pemerintahan, yaitu suatu tata cara adat yang sudah turun temurun yang dikenal dengan nama adat ketumanggungan (Koto- Piliang) dan adat perpatiah nan sabatang (Bodi Chaniago). Kedua sistem inilah yang dipakai para pengulu dalam mengatur dan menjalankan pemerintahan nagari diseluruh alam Minangkabau. Oleh Belanda kemudian kelarasan dijadikan suatu daerah administrative dengan jalan menyusun dan mengelompokkan nagari-nagari yang seadat selembaga (selaras), sehingga lareh nan duo (dua kelarasan) akhirnya menjelma menjadi banyak kelarasan, dengan tuangku lareh (lareh hoofd) sebagai kepalanya.

Menurut riwayat, timbulnya kelarasan di minangkabau adalah sebagai akibat dari perselisihan pendapat antara Ninik nan Baduo (ninik yang berdua), yaitu datuak Ketumanggungan dan Datuak Parapatiah nan sabatang. Perselisihan itu timbul ketika raja Adityawarman hendak memaksakan kemauannya untuk mendirikan kerajaan Pagaruyung. Rencana ini mendapat tantangan dari datuak Parapatiah nan sabatang.
Peretentangan ini dilukiskan dalam pepatah adat sebagai berikut.

Datanglah anggang dari lauik
Ditembak datuak nan baduo
Badia sadatak duo dantumnyo

Indonesianya :
Datanglah enggang dari laut
Ditembak datuk yang berdua
Bedil sedetak dua dentumnya.

Yang dimaksud enggang dari laut ialah kedatangan ekspedisi Adityawarman dengan melalui laut, Ditembak datuk yang berdua artinya diributkan oleh dua saudara Datuk katumangguangan dan Datuak Parapatiah nan sabatang, Bedil sedetak dua dentumnya maksudnya diantara kedua datuk tidak ada kata sepakat.

Menurut Datuk Katumanggunan, bentuk negara yang didirikan itu adalah kerajaan, segala kekuasaan berada ditangan raja, karena raja yang berdaulat. Di bawah raja hanya ada Basa (menteri) sebagai pembantu raja.

Tetapi Datuak Parapatiah Nan Sabatang menolak bentuk kerajaan yang berdaulat kepada seorang raja. Ia mempertahankan adat lama pusaka usang, yaitu beraja kepada mufakat, hanya kata mufakatlah yang berdaulat, dan mufakat itulah kata ganti Raja.

Akhirnya perbedaan pendapat itu memuncak menjadi suatu pertentangan yang sengit, dimana Datuak Katumanggungan tetap mempertahankan kata pilihannya(asal kata Koto-Piliang) yaitu system kerajaan. Begitu juga Datuak Parapatiah nan sabatang tidak mau beranjak dari pilihannya semula, ia tetap mempertahankan system kedaulatan rakyat atas dasar musyawarah dan mufakat, bagi dia Budi yang berharga (asal kata Bodi Chaniago), oleh karena itu pula dia tidak mau mengakui Adityawarman sebagai raja alam Minangkabau.

Kelarasan Koto Piliang adalah mewakili adat lembaga yang bersifat konservatif, lazimnya disebut adat beraja (adaik barajo-rajo).
Yang menjadi adat pusaka adalah :

Bajanjang naiak batanggo turun
Bapucuak bulek baurek tunggang
Batali buliah dihirik
Batampuak buliah dijinjiang

Indonesianya :
Berjenjang naik, bertangga turun
Berpucuk bulat berurat tunggang
Bertali boleh ditarik
Bertampuk boleh dijinjing

Dengan system adat datuak katumanggungan dijumpai adanya tingkatan-tingkatan penguasa sebagai pembantu raja (berjenjang naik bertangga turun). Juga sudah dikenal adanya pembagian kekuasaan. Ada tiga kekuasaan yang penting, yaitu dikenal dengan anma Rajo nan tigo selo, yang pertama rajo di buo (raja adat), kedua Rajo disumpua kuduih (Raja ibadat) dan yang ketiga Rajo Pagaruyuang (Rajo Alam) yang dijadikan daulat yang dipertuan dalam lareh koto piliang sebagai instansi tertinggi dalam membanding hukum. Dibawah rajo nan tigo selo ada lagi Basa Ampek Balai. Demikian juga sistem pemerintahan nagari, kedudukan pengulu juga bertingkat tingkat, ada pengulu pucuak, pengulu suku dan pengulu andiko

Berbeda dengan system adat Datuak Katumanggungan, maka menurut adat Parapatiah Nan Sabatang, pemerintahan nagari dijalankan secara kolektif oleh para pengulu andiko didalam suatu kerapatan nagari. Disini tidak dijumpai adanya tingkatan pengulu semua berandiko, “duduak samo randah tagak samo tinggi (duduk sama rendah berdiri sama tinggi). Salah seorang diantara mereka dipilih jadi ketua, biasanya orang yang sudah tua dalam usia dan pengalaman, sehingga dikatakan dalam pepatah :

bajalan ba nan tuo
Balayia banangkodo

Indonesiannya :
Berjalam pakai pemimpin
Berlayar pakai Nakhoda

Didahulukan selangkah ditinggikan seranting
Pengertian berjenjang naik bertangga turun sepanjang adat Bodi Chaniago (Parapatiah Nan Sabatang) ialah :

Kamanakan barajo ka mamak
Mamak barajo ka pangulu
Pangulu barajo ka mufakat
Mufakat barajo ka kabanaran
Menurut alur dan patut

Indonesianya :
Kemanakan beraja ke mamak
Mamak beraja ke pengulu
Pengulu beraja ke mufakat
Mufakat beraja ke kebenaran
Menurut alur dan patut.

Sebagai kesimpulan, ada dua macam raja menurut pandangan orang minangkabau, pertama “raja alam" yaitu sekata alam mendirikannya, kedua adalah raja yang berdiri sendirinya yaitu “alua jo patuik (Alur dan Patut) yang bermakna “kebenaran" Inilah “Rajo nan sabana rajo" (raja yang sebenar raja).

G. LUHAK
Menurut Tambo alam Minangkabau, luhak artinya lubuk. Pada masa dulu didaerah pariangan (kampung asal orang Minangkabau) terdapat tiga buah lubuk/sumur. Kemudian karena negeri sudah sempit, mereka berpencar keluar untuk mencari daerah baru. Daerah daerah baru yang ditempati tersebut diberinama sesuai dengan nama lubuak mereka masing, yaitu Luhak Tanah Data, Luhak Agam dan Luhak Lima Puluh Koto.

Pembagian daerah Minangkabau atas tiga daerah grafis itu oleh Belanda dilanjutkan dengan mengunakan istilah “afdeling" dibawah pimpinan Assistant Residen yang oleh penduduk dinamakan “Tuan Luhak".

H. RANTAU
Diluar daerah yang tiga luhak ini dinamakan “Rantau" meliputi daerah pesisir barat, juga termasuk daerah pesisir timur seperti Rokan, Siak, Kampar, Batang Hari dan Negeri sembilan di Malaysia Barat. Daerah rantau dipimpin oleh pangulu (Memakai adat Bodi Chaniago)



sumber: Buletin Sungai Pua No 46 April 1994

Struktur Masyarakat Minangkabau Bagian 1

A. PARUIK
Susunan masyarakat Minangkabau terkecil dinamakan PARUIK. Jika di Indonesiakan secara harfiah artinya PERUT. Yang dimaksud paruik disini adalah suatu keluarga besar atau famili, dimana semua anggotanya berasal dari satu perut. Setiap anggota yang berasal dari satu perut itu dinamakan saparuik.

Seluruh anggota dari paruik itu dihitung menurut garis ibu, sedangkan para suami dari pada anggota tersebut tidaklah termasuk didalamnya. Menurut istilah minangkabau para suami itu disebut urang sumando. Urang sumando biasa juga dinamakan urang datang, karena ia dating dan sebagai pendatang dirumah istrinya. Memang begitulah perkimpoian yang bersifat matrilineal, bukan istri yang tinggal dirumah suami, tetapi suami yang tinggal dirumah istri.

Kedudukan urang sumando di rumah, di ibaratkan sebagai abu diateh tunggua (Abu diatas tunggul), dengan kata lain ia tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Sekalipun tidak berkuasa, namun urang sumando paling dihormati ditengah rumah, disegani dan dimanjakan oleh segenap keluarga istrinya, dijaga hatinya supaya jangan tersinggung, ditanai bak manantiang minyak panuah (bagai menating minyak penuh). Inilah imbangannya sebagai suatu cara dalam membina rumah tangga yang harmonis. Pepatanh mengatakan rancak rumah di urang sumando, elok hokum dimamaknyo (Semarak rumah di urang sumando, elok Hukum pada mamaknya), maksudnya keharmonisan dikeluarga besar itu tergantung kesanggupan si mamak sebagai pimpinan yang bertanggung jawab atas anak dan kemanakannya.

Tiap-tiap paruik dipimpin oleh seorang penghulu yang dijabat oleh seorang laki-laki dari saudara ibu, dan dipilih oleh segenap anggota dari paruik itu sendiri.


B. JURAI
Apabila anggota-anggota paruik telah bertambah banyak dan berkembang biak, maka paruik itu akan membelah diri menjadi unit-unit yang berdiri sendiri, unit-unit ini disebut jurai dan ada juga yang menyebutnya toboh. Ia merupakan suatu kesatuan keluarga kecil yang sadapua (sedapur). Pimpinannya dinamakan mamak rumah dan sering juga disebut tungganai Jabatan tungganai langsung langsung dipegang oleh seorang laki-laki yang tertua dari saudara-saudara ibu, jadi tidak melalui pemilihan. Semua anak-anak yang dilahirkan dalam keluarga tersebut memanggil mamak, sebaliknya mamak sendiri menyebutnya kamanakan. Dari hubungan yang sedemikian timbullah satu tata tertib bamamak bakamanakan. Salah satu dari tertib itu adalah kamanakan saparintah mamak (kamanakan seperintah mamak). Pengertian perintah disini bukanlah kekuasaan tangan besi, tapi lebih bersifat tanggung jawab dan membimbing.

Mamak mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap kemenakan-kemenakannya. Corak dan sifat dari pada hubungan bermamak kamanakan ini tersirat dalam fatwa adat sebagai berikut :

Kamanakan manyambah lahia
Mamak manyambah bathin
Kamanakan bapisau tajam
Mamak badagiang taba
Tagang bajelo-jelo
kandua badantiang dantiang

Indonesianya :
Kemanakan menyembah lahir
Mamak menyembah bathin
Kemenakan berpisau tajam
Mamak berdaging tebal
Tegang berjela-jela
Kendur berdenting-denting.

C. KAMPUNG
Kumpulan dari semua anggota yang berasal dari satu paruik sebagaimana dijelaskan diatas, ada yang dihimpun dalam sebuah rumah gadang (Rumah Besar), tetapi ada pula yang dihinpun didalam beberapa buah rumah yang berdekatan letaknya, himpunan inilah yang disebut kampuang. Dalam bahasa Minangkabau, kampuang sama artinya dengan kumpulan atau himpunan (dikampuangkan = dikumpulkan).

Tiap tiap kampung mempunyai pimpinan, yang mana tugasnya adalah untuk memimpin usaha-usaha bersama dengan tanggung jawab ringan sajejenjeng, barek sapikua (ringan sama dijinjing, berat sama di pikul). Pimpinan atau ketua dari perkampungan ini disebut Tuo kampuang).

Jadi pengertian kampung adalah sekumpulan rumah yang anggotanya berasal dari satu paruik dan dipimpin oleh seorang tuo kampuang yang dipilih.

Hal ini jelas digambarkan dalam kata-kata adat :

Rumah nan sakumpulan
Nan sakampuang sahalaman
Nan salabuah satapian

Indonesianya :
Rumah yang sekumpulan
Yang sekampung sehalaman
Yang sejalan setepian

D. SUKU
Perkembangan paruik menimbulkan jurai-jurai. Lama kelamaan juraipun berkembang biak pula, sehingga menjurus terbentuknya paruik-paruik baru. Kemudian paruik ini mendirikan kampuang-kampuang, adakalanya kampuang itu ada yang berjauhan letaknya disebabkan kesempitan ditanah asal. Sekalipun demikian hubungan antara kampuang-kampuang yang sudah banyak itu masih terikat kepada kampung asal. Perkembangan dari kampung kampung inilah yang kemudian menimbulkan suku-suku, yang dikenal dengan 4 suku asal yaitu : Koto, Piliang, Bodi dan Chaniago.

Suku artinya kaki, yaitu kaki dari seekor hewan seperti kambing, sapi, kerbau dan sebagainya. Itulah asal mula pengertian suku di Minangkabau sekarang.

Perkembangan selanjutnya, suku dipahamkan sebagai satu kesatuan masyarakat, dimana setiak anggota merasa badunsanak (bersaudara) dan seketurunan, serta mempunyai pertalian darah menurut garis ibu, jadi mengandung pengertian genealogis. Setiap anggota yang mempunya suku yang sama dinamakan sapasukuan dan tidak boleh mengadakan hubungan perkimpoian diantara mereka. Dengan demikian suku-suku diminangkabau adalah merupakan kesatuan exogam.

Bila ditinjau secara mendalam, dengan perkimpoian ynag exogam itulah sebenarnya terletak kunci daripada keutuhan dan kerukunan suku-suku di Minangkabau.

Keutuhan dan kerukunan dilukiskan dalam pepatah berikut :

Suku nan indak dapek dianjak
Malu nan indak dapek dibagi
Kok tanah nan sabingkah alah bapunyo
Rumpuik sahalai alah bapunyo
Namun malu alun babagi.

Indonesianya :
Suku tidak dapat ditukar-tukar
Malu tidak dapat dibagi bagi
Walau tanah sebongkah sudah bermilik
Rumput sehelai sudah berpunya
Namun malu belum dibagi.

Tiap-tiap suku dipimpin oleh seorang pangulu dengan pangilan datuak sebagai sebutan sehari-hari. Setiap suku mempunyai gelar pusaka tertentu, gelar juga tidak berbatas kepada pangulu tetapi setiap laki-laki yang sudah berumah tangga mempunyai gelar dengan peringkat sutan (Misalnya datuak Batuah = gelar seorang penghulu, Sutan Batuah = Gelar seorang laki-laki yang sudah menikah).

Istilah pangulu suku adakalanya disebut pangulu andiko dijabat oleh seorang laki-laki yang dipilih oleh segenap anggota keluarga dalam suku.

Lanjut ke : 

Ukua Jangko dalam Adat Minangkabau

2 July 2014

Yang dimaksud Ukua Jangko dalam Adat Minangkabau adalah ketentuan-ketentuan yang menjadi ukuran (ukua) dan hinggaan (jangko) yang harus diamalkan oleh setiap individu di Minangkabau. Ketentuan-ketentuan tersebut adalah:


1. Nak luruih rantangkan tali (supaya lurus rentangkan tali)
Supayo jan manyimpang luruih manantang barih adat. Mahukum adia bakato bana, mamaek tantang barih, mangarek tantang ukua. Maksudnya dalam menjalani kehidupan harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.




2. Nak tinggi naikkan budi (supaya tinggi naikkan budi)

Mancari jalan kabanaran supayao jan kalangkahan, tagak jan tasundak, malenggang indak tapampeh, batutua lunak lambuik, lamak bak santan jo tangguli, suatu karajo nak lalu salasai sajo. Maksudnya bergaul dengan baik sesama manusia, yang tua dihormati, yang kecil dikasihi sama besar saling menyegani, menjunjung tinggi budi pekerti.



3. Nak haluih baso jo basi (supaya halus berbasa basi)

Jan barundiang basikasek, jan bakato basikasa, jan bataratak bakato siang, mahariak mahantam tanah, jan babana ka pangka langan, usah bautak ka ampu kaki. Pandai maagak maagiahkan, budi baik baso katuju, muluk manih kucindan murah. Maksudnya hindari perkataan kasar dan menyakitkan berkatalah dengan sopan dan santun penuh dengan keramahtamahan.



4. Nak elok lapangkan hati (supaya baik lapangkan hati)

Nak dapek suluah nan tarang pakaikan saba jo ridha. Maksudnya kebaikan dalam hidup bersumber dari kebaikan dalam hati.



5. Nak taguah paham dikunci (supaya teguh paham dikunci)

Jan taruah bak katidiang, jan baserak bak anjalai, kok ado rundiang banan batin, patuik baduo jan batigo, nak jan lahia didanga urang. Maksudnya teguh pendirian, selalu menyimpan rahasia yang patut dirahasiakan, bertindak dan berbuat penuh perhitungan dan kebijaksanaan.



6. Nak mulie tapati janji (supaya mulia tepati janji)

Kato nan bana ka dipacik, walau bak mano sangkuik pauik, asa indak mahambek bana, namun janji batapati juo. Kalau ingin menjadi mulia dan dimuliakan orang, selalulah untuk menepati janji yang telah diucapkan.



7. Nak labo bueklah rugi (ingin mendapat keuntungan ada yang dikorbankan)

Namuah bapokok babalanjo, namuah bajariah bausaho, marugi dahulu, pokok banyak labo saketek, dek ujuik yakin, lamo lambek tacapai juo. Maksudnya adalah untuk mendapat keuntungan yang diinginkan harus ada yang dikorbankan atau diinvestasikn terlebih dahulu.



8. Nak kayo kuat mencari (supaya kaya kuat berusaha)

Asa lai angok-angok ikan, asa lai jiwo-jiwo patuan , nan tidak dicari juo. Maksudnya adalah untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan harus berusaha dengan gigih.

Itulah ketentuan-ketentuan adat yang harus diamalkan dalam menjalankan kehidupan di Minangkabau untuk mencapai kualitas hidup yang baik.



sumber:
http://rinyyunita.wordpress.com/2008/05/12/ukua-jangko-dalam-adat-minangkabau/#comment-75*

Daftar Nama Instansi Pemerintah di Sumatera Barat yang membuka CPNS 2014

30 June 2014

Berikut adalah Daftar Nama Instansi Pemerintah di Sumatera Barat yang membuka CPNS 2014 :


1. Provinsi Sumatera Barat
2. Kabupaten Agam
3. Kabupaten Pasaman
4. Kabupaten Solok
5. Kabupaten Padang Pariaman
6. Kabupaten Pesisir Selatan
7. Kabupaten Tanah Datar
8. Kabupaten Kepulauan Mentawai
9. Kabupaten Dharmasraya
10. Kabupaten Pasaman Barat
11. Kota Bukittinggi
12. Kota Padang Panjang
13. Kota Sawahlunto
14. Kota Solok
15. Kota Padang
16. Kota Payakumbuh
17. Kota Pariaman

Jurusannya belum ada diinformasikan, ini masih sekilas daerah-daerah yang menerima CPNS 2014 saja.

[Foto] Galery Tour de Singkarak (TdS) 2014 Etape 9

16 June 2014

Etape 9 yang berlangsung hari ini start di Pantai Carocok, Pesisir Selatan dan finis di Kantor Gubernur Sumbar, Kota Padang. Yang menjadi pemenang etape kali ini adalah Brenton Jones dari Avanti Racing Team, Australia. Posisi kedua ditempati oleh Soufiane Haddi dari tim Skydive Dubai, disusul oleh Koroeda Saya dari Japan Cycling Federation.

Berikut daftar pemenang umum (general classification) Tour de Singkarak 2014:
1. Amir Zargari (Pishgaman Yazd)
2. Rahim Emami (Pishgaman Yazd)
3. Rahim Mehrbaniazar (Pishgaman Yazd)
4. Hossein Alizadeh (Tabriz Shahrdari Ranking)
5. Arvin Moazemi Godarzi (Pishgaman Yazd)
6. Parviz Mardani (Tabriz Shahrdari Ranking)
7. Saeid Safarzadeh (Tabriz Shahrdari Ranking)
8. Oscar Pujol Munoz (Skydive Dubai)
9. Sho Hatsuyama (Japan Cycling Federation)
10. Dadi Suryadi (Pegasus Cycling Team)
















sumber foto:
sonoko tanaka

[Foto] Galery Tour de Singkarak (TdS) 2014 Etape 8

15 June 2014

Etape 8 Tour De Singkarak 2014 kembali menghasilkan juara baru, kali ini pembalap Skydive Dubai, Soufiane Haddi berhasil finis pertama di trek berjarak 167 km. Sebanyak 88 pembalap tampil pada etape 8 Tour De Singkarak yang start dari Sawahlunto menuju Solok Selatan. Etape ini bisa dibilang sebagai jalur neraka bagi para pembalap, selain jarak tempuh yang cukup jauh hampir 80% kondisi jalan didominasi tanjakan dan berliku hingga garis finis.
















sumber foto:
sonoko tanaka
caphotographic

[Foto] Galery Tour de Singkarak (TdS) 2014 Etape 7

14 June 2014

Etape VII ini menempuh jarak 167.5km. Diikuti 91 pebalap sepeda, etape ini sungguh menarik dengan track yang cukup menantang.

Dalam etape VII, keluar sebagai juara Brenton Jones dari tim ART dengan catatan waktu 4 jam 02 detik. Disusul oleh  Mehdi Sohrabi dari tim TPT. Dan ditempat ketiga Mark Julius Bordeos dari tim T7E.

Sementara dari gelar Red White Jersey diraih oleh Dadi Suryadi. Raja tanjakan masih dipegang oleh Ramin Mehrbaniazar dari tim  PISHGAMAN YAZD. Jawara sprint pada etape VII adalah Cris Joven dari TEAM 7 ELEVEN ROADBIKE.
















sumber foto:
sonoko tanaka
Capung Aerial & EJK
 
Support : Wisata Sumbar | Sumbar Tempo Dulu | Your Link
Copyright © 2011. Info Minang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger